Iklan

Iklan

,

Iklan

Pati Tidak Diminati, Harga Ketela Anjlok

Zamroni Allief Billah
, 13.52.00 WIB Last Updated 2012-09-26T06:52:17Z
Darwati dan tumpukan ketela di rumahnya belum lama ini. (FOTO: Zamroni)

GUNEM, suararembang.net - Harga ketela menurun drastis dari harga semula Rp1600 turun pada kisaran harga Rp1300. Hal tersebut disinyalir oleh sejumlah pedagang di wilayah Kecamatan Gunem karena menurunnya permintaan pati.

"Bila permintaan pati menurun maka harga ketela akan mengalami penurunan. Hal tersebut akan berlangsung cukup lama hingga permintaan pasar kembali normal," terang Darwati, pedagang asal Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem kepada suararembang.net, Rabu (26/9)

Saat ditemui di rumahnya Darwati menunjukkan tumpukan ketela yang enggan dikirim ke gudang. Dia mengatakan hendak menyimpannya dalam beberapa hari ke depan sembari menunggu tambahan dagangan dari petani.

"Sekalian spekulasi barangkali nanti ada kenaikan barang seratus atau dua ratus rupiah kan lumayan. Seandainya menambah tenaga untuk digaplek (dikeringkan) harganya tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan," ujarnya.

Darwati enggan mengolah ketelanya menjadi gaplek karena harga gaplek kata dia saat ini hanya mencapai kisaran harga Rp1500. Hal tersebut menurutnya selain kurang efektif di waktu, biaya yang harus dikeluarkan tidak sesuai dengan harga yang diterima. (Zamroni)

Terbaru Lainnya

TERKINI LAINNYA
REGIONAL