
KOTA - Kesebelasan PSIR kembali tampil perkasa di kandangnya. Menjamu Persis Solo dalam laga lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia musim 2011-2012 di Stadion Krida Rembang, Sabtu (12/5), PSIR unggul tipis 1-0 (1-0).
Meski berhasil memenangi laga yang ditonton tak kurang dari 5.000 penonton pendukung tim tuan rumah itu, Laskar Dampo Awang, julukan PSIR, harus membayarnya mahal.
Empat pemain pilar PSIR masing-masing M Hepi, Jatmiko, Ranu Tri Sasongko, dan Effendi dipastikan tak bisa tampil di laga tandang melawan Persepar Palangkaraya, Sabtu (19/5) mendatang, karena larangan bertanding akibat hukuman akumulasi kartu kuning. PSIR menjadi krisis pemain di setiap lini.
Tak hanya itu, Cristian Lenglolo yang menjadi satu-satunya pencetak gol kemenangan bagi tuan rumah pada pertandingan itu pun diragukan absen di laga berikutnya karena mengalami cedera engkel setelah salah bertumpu ketika jatuh dari duel dengan pemain Persis Solo.
Pertandingan sore itu berlangsung cukup menarik, terutama di 15 menit awal babak pertama. PSIR langsung tampil menekan begitu wasit Nur Mufarikin meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.
Cristian Lenglolo langsung membombardir lini pertahanan Persis yang dikomandoi Michael Ndubusi. Hasilnya, ketika umur pertandingan baru 12 menit, Lenglolo berhasil menceploskan bola hasil kocekannya ke jala Persis yang dijaga Dwi Hadi Nugrahanto. Skor berubah menjadi 1-0.
Lima menit berselang, Lenglolo nyaris menggandakan kedudukan untuk tuan rumah. Sayang, sundulan terarahnya, memanfaatkan umpan tarik Suyono dari rusuk kanan pertahanan lawan, masih mampu ditepis kiper Persis.
Namun, tak lama setelah menciptakan peluang emas itu, pemain bernomor punggung 21 tersebut justru menuai celaka. Ketika berduel dengan pemain belakang Persis, ia terjatuh dengan tumpuan kaki yang salah. Lenglolo mengalami cedera engkel dan harus ditandu ke luar lapangan.
Miftachul Huda lantas didapuk Pelatih PSIR, Haryanto, untuk menggantikan Lenglolo di lini depan. Hanya, ketajaman Lenglolo tak mampu dipadani sang pemain pengganti.
Tanpa Lenglolo, permainan PSIR sedikit terganggu. Sebaliknya, Persis Solo mampu mengubah ritme permainan dari bertahan menjadi menyerang. Lini pertahanan PSIR kini mendapat serbuan dari pemain-pemain depan Persis melalui Javier Rocha dan Arnaldo Villalba.
Banyak diserang, PSIR justru mampu menciptakan peluang di menit ke-40. Umpan panjang silang terarah dari Yoni Ustaf Buchori di lini tengah mampu disambut dengan baik oleh Effendi di ujung depan. Sayang, Effendi dijatuhkan pemain lawan di kotak terlarang. Penalti untuk PSIR.
Keputusan wasit itu mendapatkan protes keras dari anak-anak Persis Solo. Sejumlah pemain mengejar wasit melancarkan protes. Suasana lapangan dan stadion menjadi riuh panas. Pertandingan terhenti hingga lima menit. Meski demikian, wasit tetap tak bergeming. Wasit kekeuh memberikan penalti untuk PSIR.
Namun, Yoni Ustaf yang ditunjuk sebagai algojo justru tak mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Bola tendangannya mampu dibaca kiper Persis dan mentah. Tendangan penalti di menit ke-41 itu gagal menjadi gol.
Setelah peluang itu, PSIR dan Persis terlibat jual beli serangan. Pertandingan menjadi bertempo tinggi. Sejumlah permainan kasar tersaji. Walaupun begitu, sampai dengan babak pertama berakhir, skor tak berubah, 1-0 untuk PSIR.
Usai turun minum, Pelatih Persis Junaedi langsung menginstruksikan anak asuhnya menyerang. PSIR hanya sesekali melakukan serangan balik. Lini pertahanan tuan rumah diserang bertubi-tubi.
Hanya, PSIR pantas bangga memiliki kiper sekelas Nanda Pradana. Bola-bola berbahaya hasil dari sontekan, tendangan, dan sundulan pemain-pemain Persis Solo masih mampu diredam eks Kiper PSMP Mojokerto Putra itu. Sementara, permainan keras masih saja sering tersaji.
Akibatnya, beberapa menit sebelum babak kedua berakhir, pemain belakang Persis, Dian Fahrudin diusir keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning sehingga diganjar kartu merah karena terlibat adu fisik dengan Effendi. Effendi pun diganjar kartu kuning akibat insiden itu.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, PSIR sempat berganti melancarkan serangan-serangan berbahaya ke jantung pertahanan Persis. Namun, sampai dengan peluit panjang ditiup wasit, papan skor tak berubah. PSIR tipis unggul 1-0. (Puji)