![]() |
| Burung Murai (Ilustrasi). |
“Sangat mungkin anak Murai milik saya yang mati karena cuaca yang menyengat, sedangkan burung jenis tersebut paling tidak tahan dengan cuaca panas,” terangnya.
Dahuri menyebutkan, Murai miliknya yang mati berusia antara satu hingga tiga minggu. Untuk Murai usia itu, sudah bisa dihargai di pasaran sekitar Rp600 ribu tiap ekornya.
Ia juga menepis anggapan Murai yang mati miliknya itu terkena penyakit. Pasalnya sebelum itu kondisi anak Murai baik-baik saja dan tidak ada tanda bahwa burungnya terkena penyakit.
“Bangkainya kering mas, dan kalau setahu saya itu bukan karena penyakit. Sangat mungkin karena cuaca yang terik,” ujarnya.
Dari kejadian itu, kini dirinya hanya memiliki 3 anak Murai dan 15 pasang induk. Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terulang, saat ini ia lebih sering menyirami sekitar kandang dengan air agar dampak panasnya cuaca bisa sedikit diminimalisir.
“Saat ini yang bisa saya lakukan hanya menyiram area kandang agar burung tidak begitu terkena dampak dari cuaca panas,” pungkasnya.
