![]() |
| ilustrasi. |
KOTA, suararembang.net - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Rembang mengeluhkan turunnya harga lelang gula. Kamis petang (20/9) kemarin, harga lelang gula tercatat kurang dari Rp9.000 per kilogram atau tepatnya Rp8.900 per kilogram.
Menurut catatan suararembang.net, dengan harga lelang gula yang hanya Rp8.900 per kilogram, maka dibandingkan dengan awal Agustus 2012, telah terjadi penurunan harga lelang hingga Rp1.100 per kilogram. Saat itu harga lelang gula masih berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
Ketua APTRI Kabupaten Rembang, Maryono, Jumat (21/9) menjelaskan, penyebab turunnya harga lelang gula ini lantaran masuknya impor gula kristal putih dan izin impor gula mentah (raw sugar).
"Tentu penurunan harga lelang gula seperti sekarang ini cukup meresahkan petani. Apalagi, hampir bisa dipastikan petani akan berlomba segera memanen tebu dengan harapan masih menikmati harga yang lebih baik. Belum lagi ketergesa-gesaan (memanen) lantaran segera berakhirnya musim giling pada Oktober mendatang ini," tandasnya.
Namun, meski harga lelang gula terus merosot, Maryono menyebutkan bahwa secara umum kualitas panenan tebu pada 2012 ini adalah yang terbaik setidaknya dalam empat tahun terakhir, baik dari sisi harga maupun produktivitas per hektare.
Bahkan, sebutnya lagi, angka rendemen gula pun menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. "Rendemen gula saat ini berada di kisaran 9,43 persen. Empat tahun sebelumnya, paling tinggi hanya 8,5 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini para petani tebu sedang berancang-ancang mengalihkan produksi tebunya ke industri gula tumbu, apabila ternyata tidak cukup waktu untuk mengejar giling di pabrik gula. (Puji)
