Iklan

Iklan

,

Iklan

Rumput Sulit, Penjual Tebon Hasilkan Rp500 Ribu Tiap Hari

, 10.40.00 WIB Last Updated 2012-09-26T03:40:55Z

Tebon : Sumindar, seorang penjual tebon di Karas, Sedan, sedang melayani pembeli tebon miliknya. (Foto:M Ilyas al-Musthofa).
SEDAN, Suararembang.net – Sulitnya rumput karena kemarau panjang yang melanda hampir semua wilayah Kabupaten Rembang ternyata membawa berkah tersendiri bagi sebagian orang. Salah satunya adalah bagi penjual tebon jagung.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang penjual tebon di Karas, Sedan, Sumindar (60), yang mengaku mendapatkan keuntungan kotor sekitar Rp500 ribu tiap hari dari menjajakan tebon. Menurutny hal itu merupakan dampak dari kemarau panjang sehingga rumput sulit didapat.

“Tiap hari rata-rata terjual 70 hingga 100 ikat tebon. Satu ikat tebon segar saya banderol Rp5.000. dan sepertinya para pemilik ternak tidak merasa keberatan,” cetusnya, Rabu (26/9).

Sumindar meyakini, tingginya penjualan tebon di hampir seluruh wilayah Rembang membuat banyak pelaku bisnis tebon bergerilya ke daerah-daerah penghasil jagung. Tujuannya, jelas dia, adalah untuk menebas tanaman jagung milik petani yang tebonnya pada nantinya akan dijual.

‘Saya yakin hampir semua penjual tebon selalu kemana-mana untuk mencari tanaman jagung yang akan ditebas. Maka dari itu terkadang bagi penjual seperti saya, sering kesulitan mendapatkan lahan jagung yang akan ditebas,” imbuhnya.

Sementara itu, Rodhi (35), seorang warga Desa Karas, membenarkan bahwa keberadaan penjual tebon cukup membantu penyediaan pakan ternak. Setiap hari, Rodhi mengaku harus membeli sedikitnya enam ikat tebo untuk pakan enam ternaknya.

“Saya punya enam sapi dan setiap hari pasti membeli tebon sedikitnya enam ikat. Itupun masih saya tambahi dari jerami kering hasil panen sebelumnya. Setidaknya tiap hari harus keluar biaya Rp30 ribu untuk ternak,” paparnya.

Terbaru Lainnya

TERKINI LAINNYA
REGIONAL