![]() |
| Mangga hasil panenan melimpah. (Foto: Dok suararembang.net) |
Salah seorang pengepul mangga asal Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Tarsono, Senin (1/10), mengatakan, pada masa awal panen yang berlangsung pada awal September silam, harga mangga gadung di tingkat petani mampu menembus angka Rp8.00 perkilogram.
"Tapi saat ini, harga turun drastis menjadi Rp3.000 - Rp5.000 per kilogram, tergantung kualitas. Ini disebabkan karena musim panen mangga terjadi secara bersamaan, merata hampir di seluruh wilayah Jawa," katanya.
Hal sama juga dikatakan Sahli, pengepul mangga asal Desa Karasgede, Kecamatan Lasem. Menurutnya, naik turunnya harga mangga sangat dipengaruhi ketersediaan stok di pasaran.
"Sudah menjadi hukum pasar, semakin melimpah stok di pasaran, maka semakin turun harga. Begitu juga sebaliknya. Saat ini, jumlah mangga di pasaran sangat berlimpah sehingga harga mengalami terjun bebas," tegasnya.
Sahli mengatakan, di Rembang sendiri, panenan diprediksi akan terus berlangsung hingga Nopember. "Puncaknya terjadi pada pertengahan Oktober mendatang. Hal tersebut terkait produktifitas mangga di Rembang yang terbilang melimpah pada musim ini," tambahnya.
Data di Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang menyebutkan, populasi pohon mangga gadung sejumlah 433.721 batang dengan produktifitas mencapai 5.400 ton per tahun dengan rata-rata per pohon menghasilkan buah mangga sebanyak 123 kilogram.
Secara umum tanaman mangga di kabupaten ini keberadaannya menyebar di semua wilayah kecamatan dengan produktifitas terbanyak meliputi Kecamatan Kragan, Sarang, Sluke, Lasem, Pancur, dan Sulang. (Tarom)
