Iklan

Iklan

,

Iklan

Rembang Gagas Rumah Pompa untuk Petani Garam

, 16.10.00 WIB Last Updated 2012-10-03T09:10:52Z
Pertanian garam di Purworejo Kecamatan Kaliori. (Foto: Pujianto)

REMBANG, suararembang.net - Pemerintah Kabupaten Rembang menilai normalisasi saluran tambak guna mendukung penyediaan air baku untuk keperluan produksi garam oleh para petani, cenderung tak bertahan lama dan berbiaya mahal.

"Saat ini, beberapa saluran tambak yang sudah dinormalisasi pada tahun lalu, sudah dangkal lagi. Bahkan, kiriman air laut sudah tak mampu naik hingga ujung saluran," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni, Rabu (3/10).

Akibatnya, lanjut Hamzah, petani yang memiliki tambak di bagian 'atas' nyaris tak bisa memproduksi garam lantaran stok air baku, kosong.

"Atas alasan itu, kami sedang menggagas pembangunan rumah pompa untuk menyedot air langsung dari laut melalui pipa-pipa. Namun, kami masih mengkajinya," ujar Sekda.

Menurut dia, menyedot air laut dengan pompa secara langsung kemudian menyalurkannya di polder-polder sekitar tambak petani, akan jauh lebih efisien dan efektif daripada normalisasi.

"Umur ekonomis pompa, barangkali akan jauh lebih lama dibandingkan umur teknis normalisasi yang paling lama hanya bertahan setahun," tandas Hamzah.

Senada dengan Hamzah Fatoni, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Suparman pun menilai normalisasi belakangan tidak banyak membantu petani di bagian "atas".

"Solusi alternatif dari normalisasi yang cenderung tak bertahan lama, bisa dengan rumah pompa ataupun menyediakan semacam embung atau tampungan air laut di sekitar tambak nelayan," kata dia.

Hanya untuk gagasan membuat embung atau tampungan air laut, Suparman mengakui akan menghadapi kendala penyediaan lahan.

"Meski demikian, lahan-lahan tambak di kawasan Kaliori berpotensi dikembangkan embung di sekitar tambak petani garam," tandasnya.

Saat ini, sejumlah petani garam di Kecamatan Kaliori dan Lasem menuai kendala sedimentasi saluran tambak cukup parah sehingga air laut tak mampu dikirim lunas ke saluran bagian atas.

Akibatnya polder-polder sekitar tambak petani banyak yang kosong dari stok air baku dan produksi garam mereka pun terganggu. (Pujianto)

Terbaru Lainnya

TERKINI LAINNYA
REGIONAL