Mardini sedang menunjukkan lombok yang busuk terkena penyakit SALE - Untung tak dapat diraih Malang tak dapat cegah, peribahasa ini bar...
![]() |
Mardini sedang menunjukkan lombok yang busuk terkena penyakit |
SALE - Untung tak dapat diraih Malang tak dapat cegah, peribahasa ini barangkali yang selalu menguatkan Mardini. Setengah hektare lahan miliknya di selatan Desa Bancang Kecamatan Sale terhampar 6000 pohon cabai merah terkena penyakit. Akibatnya sebagian kering dan sebagian lainnya membusuk. Rabu (06/6) dia sedang memanen sekaligus memisahkan cabai yang busuk dari yang kualitas baik.
"Masih beruntung cabai yang busuk oleh lalat buah itu bila dikeringkan masih laku. Harga cabe sekarang mencapai lima belas ribu rupiah. Cabai busuk kering dihargai lima ribu rupiah per kilonya. Sebuah harga yang lumayan daripada dibuang percuma saja," katanya bersyukur.
Lelaki yang masih menjabat Kepala Desa Bancang ini mengaku mendapat informasi dari petani lain. Di Jepon, Blora pedagang cabai di sana menerima cabai busuk yang telah dikeringkan. Awalnya dia mengaku hanya membuangnya begitu saja setelah diambil dari pohon.
"Biasanya selalu kita sortir ketika panen. Cabai yang bagus kita jual dan yang busuk maupun yang kering karena bakteri pathek kita buang begitu saja. Hanya setelah mendapat informasi tersebut lantas saya kumpulkan dan dikeringkan. Lumayan dapat mengurangi resiko kerugian," imbuhnya.
Mardini tergolong petani yang tak malas belajar. Berbagai informasi dia gali dari petani lain maupun Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian. Beruntung saat ada tanda-tanda buah mengering dari beberapa pohon cabainya dia segera tanggap. Kustowo, PPL Dinas pertanian Kecamatan Sale berbagi kisah dengannya.
"Kalau saya tidak segera koordinasi dengan pak Kus mungkin saya mengalami nasib yang sama dengannya. Tahun lalu pak Kus gagal panen karena pathek. Setelah saya koordinasi dan meminta pengarahan saya baru tahu cara penanganannya," katanya.
Kustowo membenarkan tentang telatnya mengetahui gejala pathek pada tanaman cabai miliknya tahun lalu. Sehingga ribuan pohon cabai yang sudah siap panen hampir semua mengering buahnya.
"Kini telah diketahui cara penanganan pathek yang benar. Karena pathek termasuk jenis bakteri maka langkah yang harus dilakukan dengan penyemprotan. Berbagai jenis bakterisida dijual bebas di toko-toko pertanian. Kita bisa mengguanakan salah satu bakterisida untuk memberantas bakteri pathek tersebut," paparnya.